Saat Uang Semesteran Kuliah Memanggil

Barusan, ibuku telfon.
Ada kabar apa kok ibuku tiba-tiba telfon ya, (soalnya jarang banget ibuku telfon).
Tanpa banyak kata, ada satu kabar yang membuat jantungku berdecup kencang dan serasa hampir meneteskan air mata.

Yaitu, uang membayar semester kuliah.

Ya, bulan ini memasuki akhir semester 4 aku di kampus ini. Aku tahu dan sangat paham. Uang semesteran disini sangat-sangat mahal, apalagi jika melihat kedua orang tua ku yang bekerja sebagai seorang guru.

Aku gak tega melihat dan merasakan banyaknya uang yang harus disetorkan tiap semesternya, apalagi disini apa yang bisa aku beri? apa yang aku lakukan setiap harinya di hari-hari kuliah?

Yang ada hanya keluhan-keluhan, mulai dari banyak tugas lah, materi kuliah sulit lah, dan banyak lagi.

Tapi, aku lupa. Bapak ibuku disana banting tulang untuk aku. Perasaan inilah yang membuat aku benar-benar terguncang.
Besarnya pengorbanan orang tua dibalas dengan malasnya kuliah.
Tak ada gunannya bila aku memarahi diriku sendiri.

Alhamdulillah, setidaknya,,untuk semester ini..aku mendapat beasiswa dari Bank BNI. Walau besarnya tidak mencukupi uang semesteran, tapi Alhamdulillah semoga bisa membantu.
Horeee…

pengumuman beasiswa bni

pengumuman beasiswa bni

Pelajaran diakhir tiap semester ketika hendak membayar uang kuliah(semesteran), begitu besarnya pengorbanan orang tua. Tapi apa?, masih saja malas belajar, banyak ngeluh gara-gara tugas.

Teringat..

kerut di muka bapak-ibu,

uban yang mulai bertambah, dan masih harus bekerja super keras untuk biaya kuliah anaknya..

–Air mata yang menetes tak akan berarti bila masih tetap malas—-

Akhirnya Jakarta

Kemarin, tanggal 2 Juni 2010, Horeeee…akhirnya aku menginjakkan kaki di jakarta, Ibu kota Indonesia. (hahahaha, mbok biar dibilang katrok, ndeso,.).

Sayangnya, gak banyak yang bisa dilakukan saat itu, karena saat itu ada satu agenda penting yaitu nonton OVJ. Biarpun cuma sebentar disana, tapi aku udah sangat bersyukur dapet kesempatan itu.

Orang-orang yang biasa ada di TV bisa aku lihat secara langsung, dari mulai Sulu, Andre, Aziz, parto, Nunung, Opie Kumis, Andhika, dan banyak lagi. Eitss..kalau di TV, kita bisa lihat mereka dengan muka yang seneng, senyam senyum gitu, ternyata perjuangan mereka gak bisa dibilang enak.

Waktu itu, habis Magrib aku menunggu di deket Mushola. Tanpa diduga, bintang-bintang OVJ itu keluar satu persatu didepan ku, hemmm..aku bisa merasakan bahwa mereka sangat-sangat capek, penuh keringat, nafas terengah-engah.

lalu, dari crew disana. Super ribet.

Dari persiapan lighting, camera, skrip, dan lain sebagainya. Ribetnya minta ampun. Tapi, mereka bener-bener profesional. Salut buat mereka.

Acara selesai, aku dan teman-teman langsung menuju Bus untuk kembali pulang. Sayang, gak banyak foto-foto (hahaha..narsis.). cuma siang tadi aku dapet foto tugu Pancoran,

pancoran

 Trus, malemnya..Hmm..dapet ini deh..

light

light

Tanda Setlika

tanda setlika

tanda setlika

Ini adalah tanda setlika, yang dibuat tanpa sengaja dengan setlika panas di tangan sebelah kanan. Tanda ini sebelumnya lebih gedhe, cuman gara-gara pecah jadi kempes. Perih banget waktu pecah.

Tanda ini berawal dari kecerobohan waktu menyetlika. Waktu itu, setlika dalam posisi tegak, sebenarnya tangan itu mau mbenerin letak baju yang mau disetlika, eh..tiba-tiba tangan itu menyenggol setlika,
reflek,
“Panas-panas panas…”
Nah, tanda ini gak langsung jadi lo, tapi selang 1 malam, tanda ini jadi.
Ada yang mau pesan tanda seperti ini?
gratis kok,
namun aku sarankan “jangan”, karena berbahaya bagi yang belum pernah mencobanya. hahahaha.

Cukup pakai ini,

setlika

setlika

saat sakit

Sehat memang nikmat yang sering terlupa.  Sewaktu sehat, banyak banget suatu hal yang bisa dikerjain (seharusnya). Tapi apa mau dikata,.eh malah malaa-malasan. Yo wes, banyak pekerjaan yang ditunda. Akibatnya pekerjaan, tugas menumpuk segunung.(sampai bingung mau dikerjain mulai dari yang mana). Nah, saat-saat itu, biasanya sakit itu datang.
Terasa berat kan?saat sakit eh malah tugas menggunung.

Padahal, salah siapa coba?
salah diriku sendiri.

O ya, biasanya dulu waktu kecil, saat sakit ada yang ngerawat. Mulai dari nyiapin makanan, teh anget, obat, sampai kompres, dan lain sebagainya. Top banget lah sama kedua orang tuaku. Lalu sekarang udah gedhe, ngekost lagi.
Gak ada makanan siap, gak ada teh anget,semuanya mesti disiapkan sendiri.

Gak enak banget sakit.

Kesimpulannya,
Besok kalau sehat, mbok jangan malas-malas lagi!.

Akrabnya warung kopi, indomie, dan anak kost

Warung Kopi

Warung Kopi

Ini adalah warung kopi dekat kostan. Disini, tempat biasa aku dan teman-teman sejenak berkumpul, bercanda, bercerita, dan tentunya makan. Ada saja canda dan cerita disini. Walau aku termasuk orang yang diem disaat teman-teman cerita, tapi aku suka ndengerin mereka bercerita. Yang aku tahu, ternyata laki-laki juga suka gosip lhooh.

Mau tahu, biasanya ngapain sih di warung kopi ?

Pastinya, makan. Makanan yang sering di pesan adalah indomie (rebus, goreng, double,dll). Pilihan kedua adalah nasi telur. Atau sekedar ngopi. Bagi teman-teman yang merokok, tempat ini juga bisa jadi tempat mereka merokok.

Nah, disini hanya aku yang gak merokok. Jadi, aku musti cari posisi yang tepat agar asap rokok gak sampai ke hidungku.

Hal lain adalah cerita ngalor ngidul tentang keseharian, mulai dari masalah kuliah, tugas-tugas kuliah, dosen-dosen yang macem-macem, sampai urusan tetek bengek.

O ya, kalau musim bola, disini bisa dijadikan tempat nonton bola.

Aku suka dengan cerita mereka,

dengan gaya mereka bercerita,

dengan tingkah polah mereka,

dan yang pasti,

suatu saat nanti aku pasti merindukan saat-saat ini.

Migrasi ke Blog

Horee..akhirnya aku punya blog(lagi). dulu pernah aku punya blog, tapi gak tahu kemana blog itu menghilang karena gak pernah diurus.
Salam kenal untuk seluruh blogger, yuk saling sharing.
Blog ini masih sangat amat sederhana, (maklum belum tahu nguliknya).Dulu sih ada yang mau ngajarin tentang blog, cuman yah..mungkin belum rezeki,

blog

blog

Sebelumnya aku nge-sahre lewat notes FB. Gak sadar juga, notes di FB udah sampai 60-an. gak nyangka juga aku nulis, padahal dulu-dulunya, aku gak suka sama yang namanya nulis, apalagi mbaca.Nah, sekarang dari notes FB, mulai pindah ke dunia blog.

Banyak hal ternyata yang bisa aku dapatkan dari nulis itu, salah satunya aku bisa sharing. Pelan-pelan menulis satu persatu yang ada dipikiran, memetakan sebenarnya apa sih yang terngiang dipikiran itu.
Senengnya bila ada yang coment, baik ngasih kritik, saran, dan lainnya.
Pokoknya terima kasih banyak lah buat teman-teman semua yang pernah sharing, coment, waktu di notes FB.
O ya, nulis tentang keseharian itu kalau dipikir-pikir asyik juga lho,
tahu enggak, misal suatu saat nanti aku jadi orang yang dikenal banyak orang,(sukses, amin).
nah, dengan tulisan inilah aku bisa bercerita tentang dunia lalu ku.
hahaha,(Imajinasi gak apa-apa kan?)

matur nuwun.
regards!

Hemat listrik dengan media player classic

Apakah kawan termasuk type ini ?
“Orang yang nyaman bila akan tidur diiringi dengan lagu/music”
Berdasarkan pengamatan sehari-hari, dari teman kost, teman kuliah, dan sebagainya, ternyata banyak yang menghidupkan laptop untuk memainkan music sebagai  pengantar tidur. Tidak jarang pula, ketika sudah terlelap tidur, laptop masih dalam keadaan menyala.
“Loh,listrik yang digunakan kan sedikit?”
Iya, bila yang melakukan kebiasaan seperti ini hanya kawan sendiri.
Tapi bagaimana jika ada 10 orang/100 orang/ 1000 orang,atau bahkan lebih dari 1 juta orang yang melakukan kebiasaan seperti anda?, bisa terbayang?.

Nah, ini adalah solusi untuk masalah itu. Gampang kok, bagi kawan yang menggunakan media player classic, caranya :
1. Pilih lagu yang ingin didengarkan

Tampilan media player classic

Tampilan media player classic

2. Masukkan kedalam playlist

mpc_playlist

mpc_playlist

- caranya view–playlist atau ctrl+7
- drag lagu ke playlist
3. Pilih tab play–lalu pilih after playback–pilih opsinya.

play_opsi

play_opsi

- close (menutup aplikasi ini)
- stand by (me-stand by komputer)
- hibernate (me-hibernate komputer)
- shutdown (me-shut down komputer)
- log off (me-log off komputer)
- do nothing tidak melakukan apa-apa.
Jadi perintah ini maksudnya, setelah selesai lagu/playlist di mainkan, maka otomatis media player classic akan melakukan sesuai perintahnya. Untuk menghemat, pilih saja after playback–>stand by (ini yang saya sarankan, bila kawan memilih shut down, pastikan telah menyimpan lembar kerja,misalnya sedang mengetik pakai MS. Word).
Oke, terima kasih. Sharing ya, bila ada yang tahu cara lain/ pakai aplikasi lain.